Senin, 20 Oktober 2014

Tapi hati kita juga butuh jendela

Kita telah memiliki takdir masing-masing sesuai pilihan-Nya. Maka, sebaiknya kita tidak perlu memikirkan terlalu dalam "mengapa ini terjadi pada saya" tapi merenunglah
"Apakah saya bisa meraih kebaikan dengan ujian yang diberikan oleh-Nya?."
"Apakah saya sanggup memikul ujian kesenangan seperti mereka?"
"Apakah saya sanggup bertahan saat kesulitan mendera?"

Sahabat, kita barangkali hampir tidak ingat, saat meraih sukses, menggapai karir yang diimpikan, menduduki jabatan penting, sembuh dari penyakit kronis bahkan selamat dari kecelakaan maut dan sesuatu yang menyenangkan lainnya, hampir-hampir takkan pernah merenungkan bahwa mengapa semua itu terjadi pada kita? Mengapa kita yang sukses, bukan dia atau mereka? "

Sahabat, orang tua kita, khususnya ibu, sangat pantas menjadi orang yang kita taati dan ikuti perintahnya setelah Tuhan. Tak ada upaya yang sanggup membalas pemberian mereka. Takkan pernah kita mampu memberikan jasa setara dengan jasa beliau. Sekaya dan sekuasa apa pun kita, mereka kita tempatkan lebih mulia di hadapan kita

Ibu, hampir tak pernah kudengar kau meminta sesuatu dariku. Padahal kau sangat berhak meminta dariku. Setelah apa yang kau berikan begitu tak terhingga, mengapa tidak pernah terucap sebuah permintaan dari lisanmu yang mulia.

Bukan hanya rumah saja yang perlu jendela
Tapi hati kita juga butuh jendela
Lihatlah diskitarmu
yang masih memerlukan cinta & tempat membuka rasa
Bukalah jendelamu
Bukalah hatimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar